Kebakaran hutan merupakan sebuah bencana yang sering kali terulang ketika musim kemarau yang panjang melanda dengan tingkat kerusakan dari ringan hingga parah. Bencana satu ini sangat sulit sekali untuk diprediksi sehingga sering kali penanganan dan pencegahan telat untuk dilakukan, lalu hal ini juga menjadi penyebab dampak dan kerugian yang diakibatkan menjadi sangat tinggi.

Beberapa faktor yang sering kali menyebabkan kebakaran hutan ada 2, yaitu faktor alami dan faktor manusiawi. Penyebab kebakaran faktor alami di Indonesia terbilang sangat rendah dibanding bencana karhutla yang diakibatkan oleh faktor manusia, karena bencana kebakaran alami lebih sulit untuk terpicu, misal seperti pemicu kebakaran akibat gesekan 2 dahan yang menyebabkan percikan api, letusan gunung berapi, bahkan sambaran petir.

Berbanding terbalik dengan kebakaran secara alamiah, faktor penyebab kebakaran karena ulah manusia terbilang sangat tinggi sekali di Indonesia, baik itu disengaja atau tidak disengaja. Pada beberapa sumber mengatakan kebakaran karena ulah manusia di Indonesia mencapai lebih dari 90%. Kebakaran yang disengaja biasa dilakukan untuk pembukaan lahan baru untuk beragam keperluan, dari pertanian, hingga pembangunan.

Upaya penanggulangan telah banyak dilakukan oleh pemerintah, terlebih untuk mengurangi dampak yang diakibatkan agar tidak terlalu merugikan. Penggunaan beragam teknologi telah digunakan untuk bertindak secara cepat dalam menanggulangi kebakaran, salah satu teknologi yang cukup efektif untuk mendeteksi secara cepat adalah dengan bantuan kamera jarak jauh yang dilengkapi kemampuan smart ip camera.

Penggunaan teknologi seperti Fujifilm Fujinon SX1600 bisa sangat membantu untuk mendeteksi keberadaan asap secara dini, ditambah dengan kemampuan super zoom serta anti-fog bisa cukup membantu untuk mengetahui seberapa besar dampak dan mengetahui lokasi sumber api dengan cukup jelas dibanding dengan citra infamerah biasa ketika terhalang oleh asap.

Teknologi yang cukup sering digunakan untuk melakukan pencegahan bencana karhutla, terutama pada lahan gambut yang seringkali menjadi sasaran lokasi yang sering terjadi kebakaran yaitu adalah modifikasi cuaca. Penggunaan satu ini lebih cocok untuk upaya pencegahan saja, karena efek dari modifikasi cuaca membutuhkan waktu untuk mempengaruhi awan, tapi teknologi satu ini efektif dalam mencegah kebakaran pada lokasi rawan kebakaran.